Ahmad Wahib: Aku adalah Semuanya

17 Januari 2019 / Anick HT / Pluralisme

Wahib lahir di Sampang Madura pada 9 Nopember 1942 dan wafat di Jakarta pada 31 Maret 1973. Ketika meninggal, Wahib berstatus secara calon reporter majalah Tempo. Ia dikenal sebagai anak muda kritis dan sangat berani mengkritik penguasa. Kepada para mahasiswa, Wahib mewariskan catatan harian yang fenomenal tersebut, “Pergolakan Pemikiran Islam (PPI)”. Bagi mahasiswa tahun 1990-an dan awal 2000-an, PPI menjadi buku utama dalam mengasah nalar berfikir. Karena buku ini bukan saja mempertanyakan eksistensi manusia, juga mempertanyakan eksistensi Tuhan. Dengan lantang Wahib menyatakan, ”Tuhan bukanlah daerah terlarang dalam pemikiran.”

Ahmad Wahib  Video 


RELATED
TAGS
Syafii MaarifPerdamaian Penghayat KepercayaanPeace Train IndonesiaPartisipasiMunawar AliMembacaMasjidLingkungan KhofifahJayapuraIslamIndonesiaHoaks HAMHak Asasi ManusiaGus DurEkologiDewi PraswidademokrasiBumi BukuBiarawatiAhmad WahibAhmad Gaus AF