Merangkul Penghayat

04 Oktober 2019 / Anick HT / Agama Merangkul Penghayat

Judul: Merangkul Penghayat Kepercayaan Melalui Advokasi Inklusi Sosial: Belajar Dari Pengalaman Pendampingan

Penulis: Samsul Maarif, Husni Mubarok, Laela Fitriani Sahroni, Dyah Roessusita

Penerbit: CRCS UGM, PUSAD Paramadina, Yayasan SATUNAMA

Tebal: 32 halaman

Tahun: Juli 2019

 

Laporan ini membahas tentang praktik advokasi penghayat kepercayaan di Indonesia yang telah mengalami diskriminasi berkepanjangan di nerinya sendiri. Advokasi yang dilakukan terutama oleh kalangan civil society ini mencakup perspektif, metode, dan strateginya.

“Kami dituduh kafir, penganut aliran sesat, disebut primitif, dan anak kami dipaksa memilih agama lain di sekolah. Padahal, kami hanya mewarisi agama leluhur kami, menjaga dan melestarikan adat dan tradisi, agar keluarga kami tetap utuh, dan komunitas serta lingkungan kami dapat berkelanjutan. Jika kami meninggalkan dan tidak mempedulikannya, kami dosa, dan hidup kami akan berlangsung tanpa makna.

Demikian situasi kami dulu. Kami menghadapi celaan tanpa kuasa melawannya. Anak-anak kami terpaksa pindah agama, karena mereka mau dan perlu sekolah untuk masa depannya.”

Penghayat Kepercayaan 


RELATED
Kemenangan IslamAgama
Radikalisme
TAGS
Syafii MaarifPerdamaian Penghayat KepercayaanPeace Train IndonesiaPartisipasiMunawar AliMembacaMasjidLingkungan KhofifahJayapuraIslamIndonesiaHoaks HAMHak Asasi ManusiaGus DurEkologiDewi PraswidademokrasiBumi BukuBiarawatiAhmad WahibAhmad Gaus AF